Keutamaan Bulan Ramadhan (Hadis ke-1)

Selasa, 25 Desember 2012

takkan hidup tanpa ilmu...

Hadis ke-1:
"Syuhuf Ibrahim Alaihissalam diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada malam keenam bulan Ramadhan, Injil diturunkan pada malam ketiga belas bulan ramadhan, Zabur diturunkan pada malam kedelapan belas bulan ramadhan dan al-Qur'an pada malam kedua puluh empat bulan ramadhan".
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad al-Baihaqi dalam al-Sunan dan al-Asma' wa al-Sifat, al-Asfahani dalam al-Targhib, al-Thabarani dalam al-Kabir seperti diisyaratkan oleh al-Haitsami. Kesemuanya melalui 'Imran al-Qaththan dari Qatadah dari Abu Mulayih dari Washilah ibn al-Asqa.
Hadis ini juga telah diriwayatkan oleh Ibn Dhurais dalam Fadha'il al-Qur'an secara maqthu' sebagai perkataan Abu al-Jald.
Hukum Hadis: Hasan
Menurut Yahya, Imran al-Qaththan adalah seorang dha'if. Ibn Hibban berpendapat dia tsiqah. Ahmad berkata: Saya berharap bahwa dia adalah Shahih al-Hadis.
Al-Haitsami dalam Majma' al-Zawa'id mengingatkan bahwa dalam sanad hadis ini terdapat Imran al-Qaththan yang mempunyai kredibilitas seperti di atas, sedangkan perawi selain beliau adalah tsiqah. Al-Suyuti menghukumi hadis ini dengan hasan dan al-Munawi secara zahirnya sependapat dengan al-Suyuti meskipun beliau mengingatkan bahwa di dalam sanad hadis itu terdapat Imran al-Qaththan seperti yang diingatkan al-Haitsami. Kesimpulannya, hadis ini hasan, sebab meskipun Imran didha'ifkan oleh Yahya akan tetapi ada dua orang Ulama yang menguatkannya, yaitu Ahmad ibn Hanbal dan Ibn Hibban.

Oleh: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA dalam karyanya Hadits-hadits Lemah & Palsu dalam kitab Durratun Nashihin.

0 komentar:

 
 
 

Berikan comment anda..