Kelahiran Rasulullah SAW

Senin, 24 Desember 2012



takkan hidup tanpa ilmu...


Kelahiran Rasulullah SAW

Beliau lahir pada hari Senin 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah.
Dinamakan sebagai tahun Gajah karena di tahun itu menjelang kelahiran Muhammad, terjadi peristiwa besar, yaitu penyerangan pasukan gajah dari negeri Habasyah menuju Makkah.
Pasukan itu dipimpin oleh panglima besar yang bernama Abrahah.
Maksud penyerangan ini adalah untuk menghancurkan Ka’bah.
Sedangkan motifasi penyerangan ini lebih disebabkan rasa iri dan dengki dari sebuah negeri yang maju dan makmur, namun tidak menjadi tujuan perjalanan manusia, terhadap negeri Makkah yang gersang dan tandus, namun selalu dikunjungi orang setiap tahunnya.
Pasukan ini dihancurkan oleh pasukan burung Ababil yang membawa batu kerikil yang panas. Mereka dihadang di wadi Muhassir, wadi yang terletak antara Mina dan Muzdalifah.
Cerita ini diisyaratkan dalam surat al-Fiil (QS : 109).
1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kabah) itu sia-sia?,
3. Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,
4. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
Dalam kitab al-Khasa’is disebutkan bahwa Ibn Sa’ad, Ibn Abi al-Dunya dan Ibn ‘Asakir meriwayatkan dari Abi Ja’far Muhammad ibn Ali yang berkata bahwa peristiwa ini terjadi pada pertengahan bulan Muharram, antara kejadian ini dan kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah 55 hari.
Dikisahkan bahwa kejadian penyerangan burung Ababil adalah, ada segumpalan awan yang datang dari arah laut, sampai akhirnya mendekati pasukan gajah ini, ketika burung-burung ini persis di atas pasukan, batu-batu yang dibawa oleh pasukan burung dilontarkan dan menimpa pasukan gajah. Setiap seekor burung, membawa 3 buah batu, dua dikaki dan satu di paruh.
Ada beberapa versi cerita, ada yang mangatakan bahwa mereka yang kena batu ini merasa gatal, dan setiap digaruk, maka kulit dan dagingnya ikut terkelupas. Lalu tewas dengan sendirinya.
Ada juga yang mengatakan bahwa bebatuan yang dilempar ke tentara, jika mengenai kepala maka batu itu keluar dari dubur, jika mengenai badan bagian samping, maka batu itu akan menembus keluar dari bagian lainnya. Begitu seterusnya hingga luka itu membawa kematian yang sangat cepat. Hasilnya, tidak ada satu orang pun dari tentara gajah yang selamat.

 

0 komentar:

 
 
 

Berikan comment anda..