Tampilkan postingan dengan label Syekh Abdul Qodir Al-Jailani r.a.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syekh Abdul Qodir Al-Jailani r.a.. Tampilkan semua postingan

Syekh Abdul Qodir Al-Jailani r.a. (Anak gadis di culik jin)

Sabtu, 22 Desember 2012



1. Telah diceritakan di dalam sebuah riwayat:

takkan hidup tanpa ilmu...


 
Pada suatu hari, di tahun 537 Hijrah, seorang lelaki dari kota Baghdad (dikatakan oleh sesetengah perawi bahawa lelaki itu bernama Abu Sa‘id ‘Abdullah ibn Ahmad ibn ‘Ali ibn Muhammad al-Baghdadi) datang bertemu asy-Syaikh Jilani, dan berkata, bahwa dia mempunyai seorang anak dara cantik berumur enam belas tahun bernama Fatimah. Anak daranya itu telah diculik (diterbangkan) dari atas anjung rumahnya oleh seorang jin.

Maka asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani pun menyuruh lelaki itu pergi pada malam hari itu, ke suatu tempat bekas rumah roboh, di satu kawasan lama di kota Baghdad bernama al-Karkh.
“Carilah bonggol yang kelima, dan duduklah di situ. Kemudian, gariskan satu bulatan sekelilingmu di atas tanah. Kala engkau membuat garisan, ucapkanlah “Bismillah, dan di atas niat asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani ” Apabila malam telah gelap, engkau akan didatangi oleh beberapa kumpulan jin, dengan berbagai-bagai rupa dan bentuk. Janganlah engkau takut. Apabila waktu hampir terbit fajar, akan datang pula raja jin dengan segala angkatannya yang besar. Dia akan bertanya hajatmu. Katakan kepadanya yang aku telah menyuruh engkau datang bertemu dengannya. Kemudian ceritakanlah kepadanya tentang kejadian yang telah menimpa anak perempuanmu itu.”

Lelaki itu pun pergi ke tempat tersebut dan melaksanakan arahan asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani itu. Beberapa saat kemudian datanglah jin-jin yang mencoba menakut-nakuti, tetapi jin-jin itu tidak kuasa melintasi garis bulatan itu. Jin-jin itu datang bergantian, kelompok demi kelompok. Dan akhirnya, datanglah raja jin yang sedang menunggang seekor kuda beserta satu angkatan yang besar dan hebat.

Raja jin itu memberhentikan kudanya di luar garis bulatan itu dan bertanya:  “Wahai manusia, apakah hajatmu?” Lelaki itu menjawab, “Aku telah disuruh oleh asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani untuk bertemu denganmu.”

Begitu mendengar nama asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani diucapkan, serta merta raja jin itu turun dari kudanya dan terus mencium bumi. Raja jin itu kemudian duduk di atas bumi, disertai dengan seluruh anggota rombongannya. Sesudah itu, raja jin itu telah bertanyakan masalah lelaki itu. Lelaki itu pun menceritakan kisah anak daranya yang diculik oleh seorang jin. Setelah mendengar cerita lelaki itu, raja jin itu pun memerintahkan agar dicari si jin yang bersalah itu. Beberapa waktu kemudian, dibawa ke hadapan raja jin itu, seorang jin lelaki dari negara Cina bersama-sama dengan anak dara manusia yang telah diculiknya.
Raja jin itu telah bertanya, “Kenapakah engkau sambar anak dara manusia ini? Tidakkah engkau tahu, dia ini berada di bawah naungan al-Quthb ?”

Jin lelaki dari negara Cina itu telah mengatakan yang dia telah jatuh berahi dengan anak dara manusia itu. Raja jin itu memerintahkan agar dipulangkan perawan itu kepada bapanya, dan jin dari negara Cina itu dikenakan hukuman pancung kepala.

Lelaki itu pun mengatakan rasa takjubnya dengan segala perbuatan raja jin itu, yang sangat patuh kepada asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani.

Raja jin itu berkata pula, “Sudah tentu, karena asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani bisa melihat dari rumahnya semua kelakuan jin-jin yang jahat. Dan mereka semua sedang berada di sejauh-jauh tempat di atas bumi, karena telah lari dari sebab kehebatannya. Allah Ta’ala telah menjadikan asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani bukan saja al-Qutb bagi umat manusia, bahkan juga ke atas seluruh bangsa jin.”
 
READ MORE - Syekh Abdul Qodir Al-Jailani r.a. (Anak gadis di culik jin)

Syekh Abdul Qodir Al-Jailani r.a. (pertengkaran)



takkan hidup tanpa ilmu...

Diriwayatkan bahwa Syekh Abdul Qodir pada waktu melewati suatu tempat, beliau bertemu dengan seorang umat Islam yang sedang bertengkar dan berdebat dengan seorang umat Nasrani. Beliau kemudian mendatangi kedua orang tersebut. "Ada apa gerangan hingga kalian menjadi tontonan di sekitar kalian?",tanya Syekh.

Kata seorang muslim,"Sebenarnya kami sedang membanggakan Nabi kami masing-masing, siapa diantara Nabi yang paling baik dan saya berkata kepadanya bahwa Nabi Muhammad saw yang paling utama. Sedangkan orang Nasroni mengatakan bahwa Nabi Isa yang paling sempurna".

Syekh bertanya kepada orang Nasroni,"Apa yang menjadi dasar dan apa pula dalilnya, kamu bisa mengatakan bahwa Nabi Isa lebih sempurna daripada Nabi yang lainnya?". Lalu orang Nasroni itu menjawab,"Nabi Isa mempunyai keistimewaan, beliau bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati". Syekh melanjutkan lagi pertanyaannya,"Apakah kamu tahu bahwa aku ini bukan Nabi, aku hanya sekedar penganut dan pengikut Agama Nabi Muhammad saw?". Kata orang Nasroni,"Ya benar saya tahu". Lebih jauh Syekh bertanya lagi,"Kalau sekiranya aku bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati, apakah kamu bersedia untuk percaya dan beriman kepada Agama Nabi Muhammad saw?". Baik, saya mau beriman kepada Agama Islam", jawab orang Nasroni itu. "Kalau begitu mari kita mencari kuburan, carikan saya kuburan yang paling tua dan paling angker",kata Syekh Abdul Qodir. Setelah mereka menemukan sebuah kuburan dan kebetulan kuburan itu sudah tua, sudah berusia lima ratus tahun.

Lalu dengan karomah yang beliau miliki, Syekh mendeteksi kalau kuburan yang dituju dulunya semasa hidupnya adalah penyanyi. "aku akan menghidupkan orang tersebut seperti semasa hidupnya (yaitu seorang penyanyi). Syekh mengulangi lagi pertanyaannya,"Nabi Isa kalau akan menghidupkan orang yang sudah mati bagaimana caranya?". Orang Nasroni menjawab,"Beliau cukup dengan mengucapkan,"Qum! bi-idznillah", artinya : "Bangun kamu dengan izin Allah". "Nah sekarang kamu perhatikan dan dengarkan baik-baik", kata Syekh, lalu beliau menghadap pada kuburan tadi sambil mengucapkan,"Qum! bi-idzni, artinya : "Bangun dengan izin ku". Mendengar ucapan itu orang Nasroni kaget dan heran dan kuburan itu terbelah dan bangunlah mayat dari kuburan sambil bernyanyi. Memang pada waktu hidupnya mayat itu seorang penyanyi. Melihat dan menyaksikan peristiwa yang aneh itu, seketika itu juga orang Nasroni berubah keyakinannya dan beriman masuk Agama Islam.


READ MORE - Syekh Abdul Qodir Al-Jailani r.a. (pertengkaran)

 
 
 

Berikan comment anda..