Marie Curie Radioaktif

Kamis, 04 Oktober 2012

takkan hidup tanpa ilmu...

Marie Skłodowska-Curie

Marie Curie.
Lahir 7 November 1867
Warsaw, Kerajaan Polandia, yang kemudian menjadi bagian Kekaisaran Rusia[1]
Meninggal 4 Juli 1934 (umur 66)
Passy, Haute-Savoie, Perancis
Tempat tinggal Polandia dan Perancis
Kewarganegaraan Polandia
Perancis
Bidang Fisika, Kimia
Institusi Universitas Paris
Alma mater Universitas Paris
ESPCI
Pembimbing
akademik
Henri Becquerel
Mahasiswa
doktoral
André-Louis Debierne
Óscar Moreno
Marguerite Catherine Perey
Dikenal atas Radioaktivitas, polonium, radium
Penghargaan Penghargaan Nobel dalam Fisika (1903)
Medali Davy (1903)
Medali Matteucci (1904)
Penghargaan Nobel dalam Kimia (1911)
Pasangan Pierre Curie (1859–1906)
Tanda tangan
Catatan
Dia merupakan satu-satunya orang yang memenangkan Hadiah Nobel dalam dua bidang sains yang berbeda.
Dia merupakan istri dari Pierre Curie, dan ibu dari Irène Joliot-Curie dan Ève Curie.
 
Maria Skłodowska-Curie (lahir di Warsawa, Polandia, 7 November 1867 – meninggal 4 Juli 1934 pada umur 66 tahun) adalah perintis dalam bidang radiologi dan pemenang Hadiah Nobel dua kali, yakni Fisika pada 1903 dan Kimia pada 1911. Ia mendirikan Curie Institute. Bersama dengan suaminya, Pierre Curie, ia menemukan unsur radium.
Curie adalah salah satu dari sedikit orang yang memenangi dua Hadiah Nobel dalam dua bidang, adalah salah satu peneliti terpenting dalam bidang radiasi dan efeknya sebagai perintis radiologi. Catatan miliknya berisi tentang radioaktif, sampai baru-baru ini seorang cucu perempuannya mendekontaminasinya.
Marie Curie dibesarkan di Polandia dalam keluarga guru. Karena krisis di Polandia, ia jatuh miskin dan harus hidup hemat. Yang lebih menyedihkan lagi, ia harus sembunyi-sembunyi untuk belajar ilmunya. Pada tahun 1891 Marie melanjutkan studinya tentang Fisika dan Matematika di Universitas Sorbonne. Baru setelah dia pergi ke Paris untuk sekolah di Universitas Sorbonne maka dia dapat lebih leluasa untuk melakukan riset sampai akhirnya dari bekalnya itu dia mampu mengisolasi radium dari laboratorium tuanya yang sederhana; dari sinilah awal kepopulerannya.

Kematian

Monumen 1935, menghadap ke Institut Radium, Warsawa
Marie mengunjungi Polandia untuk yang terakhir kalinya pada awal tahun 1934.[2][3] Ia tak mengetahui bahaya zat radioaktif saat mencoba mengisolasinya, sehingga terlalu sering melakukan kontak langsung dengan unsur-unsur tersebut. Radiasi sinar radium yang berlebih memberi dampak negatif bagi tubuhnya, ia mengidap kanker leukimia. Tiga bulan kemudian pada tanggal 4 Juli 1934 di Haute Savoie, Curie mengembuskan napas terakhirnya.[4][5] Dunia kehilangan seorang wanita tangguh yang berjasa pada pengembangan pengetahuan dan kemanusiaan.

 

0 komentar:

 
 
 

Berikan comment anda..